About Us

Foto Saya
Alamat : Jl. Garuda Merah No.1 Telp. (0733) 320323 Fax. (0733) 323713 Kel. Keputraan Kota Lubuklinggau

Senin, 01 Maret 2010

Perkembangan Investasi Kota Lubuklinggau

Perkembangan Investasi Kota Lubuklinggau

Investasi merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Adanya peningkatan produksi barang dan jasa berimplikasi kepada meningkatnya pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah.
Dalam kurun waktu dua tahun setelah berdirinya Kota Lubuk Linggau, yaitu tahun 2003, total investasi di Kota Lubuk Linggau mencapai Rp. 179,172 milyar yang kemudian terus meningkat hingga mencapai Rp. 369,746 milyar pada tahun 2008. Kondisi ini menunjukkan bahwa investasi di Kota Lubuk Linggau mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan dalam kurun waktu lima tahun, yaitu mencapai 106,36 persen. Jika dilihat secara rata-rata, maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata investasi Kota Lubuk Linggau tumbuh sebesar 15,71 persen per tahun. Jika dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan investasi se-Sumatera Selatan yang sebesar 9,38 persen, maka pertumbuhan investasi di Kota Lubuk Linggau secara rata-rata lebih tinggi dari kab/kota lainnya.
            Tingginya pertumbuhan investasi di Kota Lubuk Linggau ini dipengaruhi oleh peran pertumbuhan investasi pada sektor utilitas. Sektor utilitas atau yang lebih sering disebut dengan sektor infrastruktur ini terdiri atas subsektor listrik, subsektor, gas, subsektor air bersih, subsektor konstruksi, subsektor perdagangan, subsektor hotel, subsektor restoran, subsektor transportasi dan subsektor telekomunikasi.  



Jumlah Investasi (dalam juta rupiah) Berdasarkan Sektor Ekonomi
Di Kota Lubuk Linggau Tahun 2007 – 2008

Kelompok Sektor
Tahun
Pertumbuhan Investasi                             (%)
2007*
2008**
Sektor Riil
53.587
62.672
16,95
Sektor Utilitas (Infrastruktur)
194.963
229.132
17,53
Sektor Finansial (Jasa)
66.110
77.942
17,90
TOTAL INVESTASI
314.660
369.746
17,51
Prov. Sumsel
24.601.415
29.373.719
19,40
                           *   angka sementara
                ** angka sangat sementara
            Investasi yang tertanam pada sektor infrastruktur pada tahun 2007 mencapai Rp. 194,963 milyar, yang kemudian tumbuh 17,53 persen di tahun 2008 menjadi Rp. 229,132 milyar. Peningkatan investasi pada sektor utilitas ini terutama disebabkan  oleh pesatnya pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur di Kota Lubuk Linggau, baik yang dilakukan oleh pihak pemerintah maupun oleh swasta. Selain itu, peranan subsektor perdagangan sebagai kontributor terbesar terhadap struktur perekonomian kota Lubuk Linggau juga mengindikasikan bahwa para investor banyak melirik sektor perdagangan sebagai lapangan usaha terbaik untuk menanamkan modalnya di Kota lubuk Linggau.
Sementara sektor riil yang terdiri atas kegiatan pada sektor pertanian, sektor pertambangan dan sektor industri memperoleh investasi sebesar Rp. 53,587 milyar, pada tahun 2007, yang kemudian meningkat 16,95 persen atau menjadi Rp. 62,672 milyar di tahun 2008. Perkembangan investasi yang paling mendukung pertumbuhan investasi sektor riil Kota Lubuk Linggau terdapat pada sektor pertanian khususnya subsektor perkebunan seperti pengadaan bibit tanaman untuk perkebunan karet dan kelapa sawit. Selain itu, pertumbuhan investasi sektor riil juga didukung oleh subsektor penggalian yang menyumbang sebesar 6,02 persen terhadap total pertumbuhan investasi sektor riil.  

 Struktur Investasi
            Pola investasi di Kota Lubuk Linggau sejak tahun 2007 hingga tahun 2008 baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta lebih banyak diarahkan pada sektor-sektor utilitas. Pada tahun 2007, sebanyak 61,96 persen investasi ditanamkan pada kegiatan-kegiatan sektor utilitas. Kemudian sektor jasa (finansial) hanya menyerap 21,01 persen dan sektor riil menyerap investasi sebayak 17,03 persen dari total investasi di Kota Lubuk Linggau. Secara umum, pola tujuan investasi di Kota Lubuk Linggau pada tahun 2007 relatif jauh lebih tertuju pada salah satu sektor ekonomi yaitu sektor infrastruktur.
           
           Pada tahun 2008, pola tujuan investasi tidak mengalami pergeseran yang signifikan. Sebanyak 61,97 persen investasi ditanamkan pada sektor utilitas (infrastruktur),  21,08 persen pada sektor finansial (jasa-jasa) dan 16,95 persen pada sektor riil. Perubahan hanya terlihat pada kontribusinya terhadap total investasi, jika sektor utilitas dan finansial pada tahun 2008 mengalami peningkatan, maka sektor riil justru mengalami penurunan kontribusi. Hal ini menunjukkan pergeseran minat investor yang semakin lama lebih tertarik untuk menanamkan modal di sektor utilitas dan finansial yang menjanjikan pengembalian modal lebih cepat dan lebih besar dibandingkan dengan sektor riil.


Pola Investasi (dalam %) Berdasarkan Sektor Ekonomi
Di Kota Lubuk Linggau Tahun 2007 – 2008

Sektor
Tahun
Rata-Rata
2007*
2008**
Sektor Riil
17,03
16,95
16,99
Sektor Utilitas (Infrastruktur)
61,96
61,97
61,96
Sektor Finansial (Jasa)
21,01
21,08
21,05
JUMLAH
100,00
100,00
100,00
      
  * angka sementara
** angka sangat sementara

            Secara rata-rata selama tahun 2007 dan 2008 investasi pada sektor infrastruktur mendominasi lebih dari sebagian (61,96 %) dari total investasi di Kota Lubuk Linggau. Kemudian sektor jasa secara rata-rata memperoleh porsi investasi sebesar 21,05 persen dari total investasi, sedangkan sektor riil hanya memperoleh 16,99 persen dari total investasi yang tertanam di Kota Lubuk Linggau. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sebagai daerah perkotaan yang relatif baru terbentuk, sektor infrastruktur menjadi tujuan utama dalam tujuan penanaman modal di Kota Lubuk Linggau.


Sumber Investasi
Investasi dalam suatu wilayah pada hakikatnya bersumber dari pemerintah dan swasta (pelaku ekonomi non pemerintah). Investasi pemerintah tercermin pada belanja pembangunan yang tertuang dalam APBD, sedangkan investasi swasta tercermin dari penanaman modal oleh swasta, jumlah kredit perbankan yang diperuntukkan untuk modal kerja dan investasi, serta bantuan swasta untuk kegiatan usaha kecil dan menengah. 
Tabel berikut memperlihatkan bahwa jumlah investasi di Kota Lubuk Linggau terus mengalami peningkatan sejak tahun 2003. Tahun 2003 total investasi di Kota Lubuk Linggau hanya sebesar Rp. 179,172 milyar yang kemudian meningkat pada tahun 2004 menjadi sebesar Rp. 205,618 milyar.

 

Jumlah Investasi Di Kota Lubuk Linggau Tahun 2003 - 2008
Berdasarkan Sumber Investasi

Tahun
Sumber Investasi
Total Investasi                             (Juta Rp.)
Pertumbuhan Investasi                             (%)
Pemerintah (Juta Rp.)
Swasta / Masyarakat       (Juta Rp.)
2003
37.613
141.559
179.172
-
2004
51.782
153.836
205.618
14,76
2005
60.561
185.624
246.185
19,73
2006
55.007
206.476
261.483
6,21
2007
75.064
239.596
314.660
20,34
2008
102.192
267.554
369.746
17,51
  Sumber : Pemerintah Kota Lubuk Linggau, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, BPS Kota Lubuk Linggau,  PT.PLN, BNI, BRI, BCA, Bank Sumsel,Bank Danamon, Bank Mandiri, BPR-PK, BPR-TG (Data Diolah)

            Tahun 2005 total investasi di Kota Lubuk Linggau tumbuh 19,73 % atau menjadi Rp. 246,185 milyar yang kemudian meningkat 6,21 persen di tahun 2006 (Rp. 261,483 milyar). Hingga tahun 2008 yang lalu investasi di Kota Lubuk Linggau mencapai Rp. 369,746 milyar atau meningkat 17,51 persen dibandingkan investasi tahun 2007 sebesar Rp. 314.660 milyar.
               Berdasarkan tabel 11 juga dapat disimpulkan bahwa peran swasta dan masyarakat dalam investasi di Kota Lubuk Linggau lebih dominan dibandingkan peran pemerintah. Selanjutnya gambaran rinci mengenai struktur investasi di Kota Lubuk Linggau akan dijelaskan pada pembahasan berikutnya


  
Perkembangan Investasi Pemerintah
Investasi Pemerintah yang dilakukan di Kota Lubuk Linggau selama tahun 2003 sampai dengan tahun 2008 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan dan penerimaan lain-lain yang sah di Kota Lubuk Linggau. Penghitungan investasi pemerintah di Kota Lubuk Linggau pada tahun-tahun tersebut dilakukan dengan pendekatan objek lokasi pembangunan yang tertuang alam APBD Kota Lubuk Linggau tahun 2003 – 2008Adapun objek pendanaan pembangunan berada dalam ruang lingkup 8 kecamatan yang ada di Kota Lubuk Linggau yaitu Lubuk Linggau Barat I, Lubuk Linggau Barat II, Lubuk Linggau Selatan I, Lubuk Linggau Selatan II, Lubuk Linggau Timur I, Lubuk Linggau Timur II, Lubuk Linggau Utara I dan Lubuk Linggau Utara II.  

 Jumlah dan Pertumbuhan Investasi Pemerintah Di Kota Lubuk Linggau
Tahun 2003 - 2008
Tahun
Investasi Pemerintah
(Juta Rp.)
Pertumbuhan (dalam %)
2003
37.613
-
2004
51.782
37,67
2005
60.561
16,95
2006
55.007
-9,17
2007
75.064
36,46
2008
102.192
36,14

Sejak dibentuknya Kota Lubuk Linggau pada tahun 2001 yang lalu maka sumber pembiayaan pembangunan di Kota Lubuk Linggau pada tahun tersebut dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Musi Rawas sebagai kabupaten induk dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, sehingga terjadi peningkatan alokasi dana yang digunakan untuk pembangunan. Selama kurun waktu ini investasi pemerintah lebih banyak diarahkan pada pembangunan prasarana infrastruktur seperti pembangunan dan perbaikan jalan, gorong-gorong, drainase, rehab gedung kantor dan lain-lain. Selain itu bantuan kepada usaha-usaha kecil menengah dan koperasi juga turut dialokasikan. 
 
Perkembangan Investasi Swasta
Investasi swasta terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN), penanaman modal asing (PMA) dari pihak swasta dan investasi usaha yang dilakukan masyarakat  di Kota Lubuk Linggau. Namun keterbatasan data dan informasi untuk membedakan investasi swasta domestik dan asing maka informasi tersebut dirangkum menjadi satu, yaitu disebut penanaman modal oleh swasta murni. Penanaman modal yang dilakukan oleh pihak swasta ini berasal dari penanaman modal perusahaan-perusahaan swasta, jasa perbankan dan asuransi swasta dan jasa perorangan lainnya yang dilakukan di Kota Lubuk Linggau. Sedangkan informasi mengenai investasi yang dilakukan oleh masyarakat diperoleh melalui pendekatan jumlah kredit modal kerja dan investasi perbankan yang diperuntukkan bagi  masyarakat maupun kelompok-kelompok usaha tertentu.

Jumlah dan Pertumbuhan  Investasi Swasta/Masyarakat
Di Kota Lubuk Linggau Tahun  2003 - 2008
Tahun
Sumber Investasi
Jumlah                       (Juta Rp.)
Pertumbuhan           (dalam %)
Swasta Murni         (Juta Rp.)
Kredit Perbankan          (Juta Rp.)
Bantuan Lain            (Juta Rp.)
2003
126.404
12.528
2.627
141.559
-
2004
136.537
14.335
2.965
153.836
8,67
2005
163.687
18.229
3.707
185.624
20,66
2006
180.637
21.542
4.296
206.476
11,23
2007
208.143
26.294
5.158
239.596
16,04
2008
230.765
30.840
5.949
267.554
11,67
                    Sumber :   BPS Kota Lubuk Linggau, Disperindag Kota Lubuk Linggau, PT. PLN, BNI, BRI, BCA, 
                                            Bank Sumsel, Bank Danamon,Bank Mandiri, BPR-PK, BPR-TG (Data diolah)
                                     


             Di samping investasi yang dilakukan pihak swasta, kredit perbankan merupakan sumber investasi yang diperuntukkan bagi masyarakat (usaha kecil) untuk pengembangan kegiatan usahanya. Berdasarkan data dari bank-bank yang beroperasi di Kota Lubuk Linggau maka penyaluran jenis kredit modal kerja dan kredit investasi pada tahun 2003 hanya mencapai Rp. 12,528 milyar.

0 komentar:

Poskan Komentar